PANDUAN LULUS MASUK BERBAGAI UNIVERSITAS DUNIA DAN BEASISWA SEKALI TEMBAK ALA KIKY EDWARD

Halo perkenalkan saya Fakinah Nailan Edward, asal Banda Aceh. Biasa dipanggil Kiky, akan melanjutkan studi S2 di Barttlet School of Planning, University College London September 2016 intake.  Berikut tips-tips lulus beasiswa S2 ala Kiky Edward.
A. Perencanaan Yang Matang
Setelah dinyatakan tamat pada bulan juli, maka saya mulai mencari semua info mengenai beasiswa hingga universitas, ternyata hanya untuk mencari informasi sedetil-detilnya dibutuhkan waktu hingga 2 bulan penuh. Untuk merangkum secara detil, saya banyak menulis info-info tersebut di buku tulis berjudul ‘Scholarship’ (agar dapat saya pandang-pandangi lagi sebelum tidur). Ketika mencari informasi beasiswa lpdp, saya menemukan 200 universitas yang menjadi tujuan lpdp, oleh karena itu sayapun mencari informasi mengenai ke 200 universitas tersebut, lengkap dengan jurusan apa yang mereka punya, persyaratannya, dan kelebihannya. Hingga penuh buku ‘Scholarship 1’  dan lanjut ke buku ‘scholarship 2’.
Buku Scholarship 1 dan 2
Bukunya sudah buluk karena hampir setiap hari dipegang dan dibolak-balik

 

 

Yang paling penting di bagian ini adalah perencanaan yang matang. Buatlah jadwal kegiatan terperinci untuk menargetkan lulus beasiswa LPDP. Ini sangat membantu menavigasi progress kita dalam mendaftar beasiswa LPDP dengan target lulus. Ketika menetapkan tanggal, putuskan kamu ingin mulai kuliah kapan, apabila ingin bekuliah tahun 2016, maka harus sudah mendaftar beasiswa LPDP 6 bulan sebelumnya sebagaimana di persyaratan LPDP.  Dari situ maka saya harus sudah mendaftar di Batch 1 tahun 2016, kemudian prediksikan berapa lama universitas luar negeri umumnya mengeluarkan LOA, dan pada tanggal berapa kira-kira  tes subtantif LPDP kita akan berlangsung. Ini menentukan pada tanggal berapa kita sudah harus mendaftar universitas, agar ketika menghadap para interviewer kamu sudah punya surat Sakti LOA terbaik.

 

2
Tabel jadwal kehidupan Setahun Kedepan  1
Setelah melewati banyak dilemma memilih jurusan, akhirnya saya merangkum 15 universitas yang akan saya apply.
B. IELTS as a Golden Ticket

Setelah tahu syarat yang paling utama adalah persyaratan bahasa, maka sayapun menyusun strategi belajar IELTS (pilih IELTS karena cakupan yang bisa di daftar lebih luas). Proses belajar IELTS sendiri setelah mengetahui bahasa inggris saya yang pas-pasan 5,5  (toefl 450) maka untuk naik satu angka menjadi 6,5, setidaknya saya perlu 220 jam belajar intensif dan lagi pun harganya tesnya mahal. Karena  itu saya pun membuat jadwal ketat belajar 8 jam sehari selama 1 bulan, tidak ada tes IELTS kedua untuk saya. Total buku dan video dan podcast 18 Gb untuk dimasukkan ke otak.  2 minggu pertama saya belajar di perpustakaan kampus, karena setiap hari pagi-pagi buta ke perpus tapi tidak punya kartu perpustakaan, sayapun kena teguran dari pihak perpus, maka saya pun  memindahkan kegiatan belajar IELTS ke rumah. Sanking ketatnya saya belajar, hingga keluarga saya kesal karena mengira saya menutup diri dan menjadi apatis. Apalagi saya yang bisanya kesehariannya memasak untuk keluarga sejak dari SMP, tiba-tiba meninggalkan kegiatan itu, otomatis kegiatan rumah tangga acak gadul donk ga ada supply makanan tetap.😀 tapi gak apa deh, you know what you want.

1.png

Beberapa Buku Belajar IELTS
bahan yang lainnya sudah dibakar karena sudah terlalu lusuh dan diprint timbal balik
Akhirnya bulan 7 november 2015 saya ikut tes di British Council Medan.
Untuk membaca lebih lanjut mengenai bagaimana saya belajar IELTS secara detail baca Belajar IELTS Cepat ala Kiky Edward
C. Backup Plan, daftar Semua Beasiswa yang Ada di Muka Bumi
Mulailah saya kembali mengikuti jadwal kehidupan saya itu setelah rintangan IELTS terlewati. Namun kemudian setelah saya membaca banyak sekali review dan pengalaman gagal tes beasiswa LPDP, meniliti seluruh acceptance rate per jurusan yang diterima LPDP dari pengumuman hasil kelulusan tahun-tahun sebelumnya, dan jumlah pendaftar yang puluhan ribu, sedangkan quota hanya 5000 ,  maka rasanya saya pun wajib membuat Back up Plan. Sehingga saya merivisi ‘Jadwal Kehidupan Setahun Kedepan’ itu. Tidak hanya menjadwalkan untuk pendaftaran beasiswa LPDP, tetapi juga berbagai beasiswa lainnnya. Tidak satupun info beasiswa saya lewatkan.
3.png
8.png
Tabel Jadwal Kehidupan Setahun Kedepan 2
          Sambil menyelam minum air, dengan pertimbangan akan meminta surat rekomendasi ke orang-orang yang penting dan sibuk, maka saya pun menyesuaikan diri dengan mendaftarkan banyak universitas sekaligus untuk dapat mendaftar banyak beasiswa sekaligus.  Untuk mendaftar beassiwa LPDP maka saya mempersiapkan beberapa LOA for a better Chance, namun dalam memilih universitas pilihlah universitas dari list LPDP yang juga masuk kedalam List beasiswa lainnya, contohnya  saya mendaftar  Wageningen University, apabila saya tidak lulus LPDP, maka saya akan menggunakan LOA dari Universitas Wageningen untuk mendaftar Beasiswa Stuned. Kemudian saya juga memilih KTH Royal Institute Of Technology di Swedia yang juga masuk ke dalam list universitas LPDP,  dengan mendapatkan LOA, nantinya apabila saya tidak lulus LPDP, saya masih punya kesempatan di beasiswa Swedish Intitute, yang juga saya daftarkan sekalian dengan pendaftaran LPDP. Demikian juga dengan LOA-LOA lainnya untuk mendaftar beasiswa-beasiswa lainnya. seperti beberapa universitas Top di Australia, untuk nantinya saya mendaftar beasiswa AAS dan Endeavor.
          Usahakan mendapatkan LOA dari universitas terbaik di negara tersebut, karena tentunya nama dan rekomendasi mereka akan menjadi prioritas untuk masing-masing beasiswa tersebut. Jangan puas hanya dengan mendapatkan LOA saja. Contohnya untuk beasiswa LPDP saya menaruh Universitas dengan Ranking  tertinggi sebagai prioritas, yakni UCL. Untuk Swedia saya juga menaruh KTH sebagai prioritas tertinggi, karena ranking universitasnya tertinggi di swedia. Dan untuk beasiswa Australia saya akan menargetkan Melbourne University. Sejauh ini saya mendaftar di berbagai negara di univeristas-universitas berikut:
a. Inggris
  • UCL (University College London)
  • University Of Liverpool London Campus
  • University of Birmingham
  • University of Glasgow
  • Queen’s University Belfast
b. Swedia
  • KTH Royal Institute of Technology
  • Chalmer University of Technology
  • Lund University
  • Umea University
c. Belanda
  • Wageningen University
d. Australia
  • Melbourne University
  • Queensland University
  • RMIT
  • University of South Australia
*list diatas hanya universitas yang saya selesaikan aplikasinya, selain itu juga masih banyak aplikasi universitas yang masih on progress, namun saya hentikan karena sudah diterima di beasiswa LPDP untuk University College London.
Dan sejauh ini saya telah submit aplikasi di 3 program Euromaster yang mana perkuliahannya akan dihabiskan di minimal 4 negara negara.
  1. 4cities, Unica Euromaster in Urban Studies (Vrije University (Brussels), University Libre de Bruxxeles (brussels), Univeristat Wien (Austria), KØbenhavns Universitet (Denmark), Universidad Autonoma de Madrid (Spanyol), Universidad Complutense de Madrid (Spanyol))
  2. Erasmus Maritime Spatial Planning (Università Iuav di Venezia, University of Seville dan University of Azores)
  3. Comparative Local Development (Master coDE) (University of Trento (Italy), University of Ljubljana (Slovenia), University of Regensburg (Germany)
Beberapa LOA yang sempat diprint untuk bekal wawancara LPDP  dan beberapa catatan dinding pendaftaran Universitas-Universitas untuk navigasi Schedule Pendaftaran
*hampir semua Universitas meluluskan saya, kecuali University of Glasgow, dimana menurut mereka Unsyiah, universitas asal saya tidak termasuk dalam list universitas yang boleh mendaftar di universitas mereka, jadi aplikasi saya ditolak sebelum dinilai. Walaupun waktu itu saya telah melakukan appeal sekalipun, menunjukkan Unsyiah telah berakrediatasi A.  Kemudian program euromaster 4 cities, mereka akan meminta kita untuk mengirimkan additional TRF IELTS secara online langsung dari british council ke Vrije University Brussels, namun hingga deadline saya luar biasa kesulitan menghubungi british council Jakarta dari Aceh, entah itu karena email yang tak kunjung dibalas, atau telepon yang susah masuk, atau sudah masuk tapi ditutup, atau  sudah di angkat tapi tidak jelas, jadi buat kamu yang jauh dari Jakarta sperti saya,  seandainya ingin mendaftar di universitas yang ingin IELTS nya dikirim langsung, ada bagusnya kamu musti sudah notify mereka setidaknya ketika hari tesnya IELTS.
D. Mendaftar Universitas-Universitas LN
Curriculum Vitae

Jangan takut untuk mendaftar, persiapkan CV terbaikmu dengan detail, contohnya kalau kamu bisa bahasa jepang walaupun hanya tingkat paling dasar A1 atau A2, jangan lupa ditulis, kemudian kita yang orang indonesia yang pastinya mengerti bahasa melayu, terutama orang sumatera, bisa jadi levelnya C1. Pelajari CV-CV terbaik itu sedetil apa dan seinformatif apa. Normalnya di eropa menggunakan Europass CV. Dan saat mendaftar dimana-mana baik di eropa maupun di Australia saya menggunakan Europass CV yang sama.

Motivation Letter
Kemudian persiapkan Motivation Letter yang bagus. Tulislah dengan bahasa yang humble tapi ber-nas. Tidak perlu menumpahkan terlalu banyak adverb dan adjective. Cukup menulis dengan objective dan humble, tetapi bervisi. Untuk semua universitas yang saya apply saya menggunakan motivation letter yanga sama, hanya mengubah pada beberapa bagian saja, karena pada dasarnya isinya akan tetap sama. Tapi pastikan jangan sampai ada kesalahan dalam menyebut nama universitas, atau program, karena tentu saja itu akan berakibat fatal, tidak di terima di universitasnya. panjangnya 1 halaman saja cukup. Runutannya;
  • Paragraf 1  : kenapa jurusan itu kamu pilih
  • Paragraf 2 : latar belakang pendidikan kamu dan mata kuliah apa yang akan mendukung atau linear dengan jurusan pilihan s2 nanti
  • Paragraf 3 : pengalaman kerja, volunteer, dan kemampuan organisasi, ini penting diseleraskan dengan jurusan yang kamu pilih itu
  • Paragraf 4 : kenapa memilih Universitas tersebut dan apa keuntungan universitas tersebut dengan menerima kamu.
  • Paragraf 5  : 1 atau 2 kalimat saja,  mengenai kamu menunggu kabar baik dari mereka.
Recommendation Letter
Mintalah pada orang yang paling berkompeten dalam menilai dan menjamin kemampuan akademismu dan paling berpengaruh di lingkungannya, jangan sekedar minta pada siapa saja jadi. Waktu itu saya meminta rekomendasi dari dosen wali. Untuk rekomendasi kedua saya mengkhususkan diri menembus haluan dengan meminta rekomendasi dari Pembantu Rektor 1 bidang akademik. Walaupun beliau berlatar belakang fakultas MIPA dan saya berasal dari Teknik, namun beliau adalah Pembantu Rektor Bidang Akademik, salah satu pemangku tertinggi di Universitas yang bisa menjamin kemampuan akademis saya ke Universitas-universitas Dunia dan beasiswa-beasiswa pretisius tersebut. Dengan modal niat baik dan nekad, saya pun langsung menuju ke ruangan beliau dan mengutarakan maksud baik saya. Bagai gayung bersambut, tanpa banyak tanya beliau pun memberikan rekomendasi terbaik, detail, dan no error grammar, selesai dalam 1 hari saja untuk keseluruhan universitas yang saya daftar tersebut. Tips untuk yang mau menemui Pembantu rektor 1 Unsyiah bidang Akademik, datanglah pagi-pagi jam 7.30. karena beliau jam 7.30 sudah bekerja, walaupun biro rektor masih kosong, waktu beliau sangat padat.
Ketika menghadap para pemberi rekomendasi saya mempersiapkan:
  • List Universitas dan Beasiswa yang saya daftar
  • Curriculum Vitae
  • Fotokopi Sertifikat IELTS
  • Ijazah dan Transkrip
  • Ijazah dan Transkrip terjemahan
Untuk membaca lebih lanjut mengenai detail mendapatkan LoA baca STEP BY STEP DETAIL MENDAPATKAN LOA UNIVERSITAS LUAR NEGERI by Kiky Edward
E. Bersiap Mendaftar LPDP
Saya selesai mendaftar LPDP tepat 2 hari sebelum penutupan 20 Januari 2016. Waktu itu saya telah memiliki 3 LOA, namun saya tidak menguploadnya karena saya belum mendapatkan LOA dari Universitas dengan Ranking tertinggi untuk LPDP yang saya targetkan, yakni UCL.  Butuh waktu seharian untuk mendaftar LPDP, jadi jangan coba-coba mendaftar di hari terakhir. Banyak sekali yang harus dipersiapkan dan di upload sesuai format. Ingat formatnya-formatnya!. Yang penting diperhatikan:
  • Pastikan semua kompetensi dan award yang kamu pernah dapatkan tercantum, usahakan tidak ada bagian yang kosong. Contohnya seminar-seminar atau workshop yang pernah kamu ikuti, penuhkan! Walaupun tidak berhubungan dengan dunia akademis, contohnya “Seminar Menjemput Jodoh Impian”, tetap di cantumkan, karena itu menunjukkan kamu pribadi yang aktif di dunia nyata.
  • Apresiasikan setiap award yang pernah kita dapat walaupun kamu menganggap itu sepele, seperti pernah menjadi juri lomba memasak tingkat Fakultas, atau pernah dapat beasiswa PPA, cantumkan!,
  • pengalaman pekerjaan juga jangan pernah sampai kosong, walaupun kamu cuma pernah magang, atau bergabung di Laboratorium Kampus, ikut membantu proyek dosen, semua jangan lupa dicantumkan!, karena belajar dari pengalaman teman saya yang mengosongkan pengalaman kerja karena mungkin menganggap masih fresh graduate. Akhirnya ketika wawancara di komentari yang kira-kira begini, ” kenapa mau cepat-cepat lanjut S2, pengalaman kerja saja belum ada, lebih baik kamu cari pengalaman-pengalaman dulu”. Dan mereka tidak
  • Pastikan seluruh pengisian pendaftaran LPDP adalah yang paling sempurna dari kamu.
F. Bersiap Menghadapi Tes Subtantif

Mempersiapkan tes subtantif bisa jadi menegangkan, sampai tidak bisa tidur, panik, dan menuju hari H semakin sulit makan dan mual-mual. Ini wajar, tandanya kamu adalah orang yang serius!

Image (15) - Copy
Kartu peserta yang telah diverifikasi
  1. Interview
Buatlah list 100 pertanyaan yang mungkin muncul dan jawabannya yang paling sempurna dan diplomatis, tetapkan pertanyaan-pertanyaan utama yang paling mungkin muncul dan jawabannya yang paling mantap. Bersiap pula untuk pertanyaan-pertanyaan random yang menguji tingkat wawasanmu, seperti struktur LPDP, nama Mentri-mentri dan lembaga penyantun LPDP, Seluruhnya tentnag LPDP. Nama Mentri Favoritmu, jangan menyebut yang sekedar terkenal saja.  Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan random. Seluruh jawaban dipersiapkan dalam bahasa inggris. Seluruhnya diketik rapi lengkap dengan jawabannya. Agar kamu punya pondasi dalam menjawab dan tidak meraba-raba.
Untungnya di Aceh, para awardee senior membuatkan simulasi tes Subtantif LPDP yang mirip dengan tes subtantif aslinya. Mulai dari verifikasi berkas, LGD, dan essay on the spot. Dengan mengikuti simulasi, kepanikan saya berkurang karena telah memiliki gambaran  medan perang seperti apa, dan apa kekurangan-kekurangan saya di lapangan. Terimakasih untuk senior-senior Awardee Aceh yang telah sangat berguna sumbangsih ide dan kegiatannya. Sehingga di Hari H tes subtantif, kejadian seperti duduk kaki menyilang, memotong perkataan interviewer, eye contact tidak fokus, LGD yang terlalu banyak dan panjang komentar, mengambil bagian atau waktu peserta lain bicara, Essay on the spot yang salah cara menulis, tidak berstruktur; itu semua tidak terjadi lagi.
Karena saya baru mengetahui setelah mengikuti simulasi, ternyata saya kalau menjawab interview dalam bahasa inggris  kontak mata saya sering kemana-mana. *nyari vocab yang terbang-terbang. Maka saya pun memperbaiki dengan berlatih berbicara di depan webcam.  Kemudian menonton ulang rekaman interview itu, dan pikirkan, kira-kira apa ini jawaban yang Interviewer ingin dengar?  Atau kenapa saya malah lupa untuk menyebutkan hal yang paling penting? Atau rupanya saya banyak terbata-bata. Latihan dan latihan lagi dan lagi.
Ketika Sesi Wawancara saya berlangung saya telah menyiapkan setidaknya 4 LOA (LOA UCL yang hasil printcreen portal saya taruh paling atas); sisa LOA lainnya saya simpan. Pastikan berkas-berkas yang harus dibawa ke tes subtantif sudah disusun rapi satu bundel, karena nanti akan dilihat-lihat oleh interviewer. Bisa jadi pertanyaan pertama Interviewer, “Sudah punya LOA?”. Sebagai nilai sakti, taruh LOA-LOA itu di paling atas.  Berikut daftar pertanyaan yang diajukan ke saya;
  • Tell me About Yourself!
  • What make you special to receive this scholarship/ what differs you from other applicants?
  • Why dou you pick this study program?
  • Why do you pick this University College London, not MIT?
  • How can your english so good?
  • Have you decided what disertation you gonna do and do you know any proffesor in that field?
  • What is you weakness?
  • In your essay, you wrote about your leadership skill in your business, how you correlate the this leadership skilss to this scholarship?
*pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah yang paling umum di tanyakan dalam wawancara LPDP, kalau kamu bisa menjawabnya dengan mantap, insyaallah interviewer tidak akan bertanya banyak. Pada saat saya, interviewer hanya menanyakan kira-kira 8 pertanyaan saja. Ternyata interview berjalan tidak seperti bayangan saya sebelumnya, yang mana akan penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjatuhkan, tidak demikian sama sekali. Interviewer-interviewernya sangat tenang dan penuh senyum, dengan sabar mendengarkan saya berbicara tanpa memotong sedikitpun. Dan saya mengira akan full english, ternyata tidak juga, hanya interviewer pertama yang bertanya dalam bahasa inggris, sekitar 3 pertanyaan saja, selebihnya interviewer lain  memberikan intruksi kira-kira seperti ini, “untuk pertanyaan setelah ini mohon dijawab dalam bahasa Indonesia”.
Di akhir interview, seorang interviewer menutup interview sesi saya kira-kira begini.
“nanti tolong sampaikan salam saya untuk alumni-alumni  ITB di sana ya”
“ di aceh pak?”
“tidak, di London “
*ingat bahwa Interview ini adalah porsi nilai terbesar dalam tes subtantif, pastikan kamu sempurna. Berlatih dan berlatih, jangan sampai di depan meja interview kamu malah terbata-bata karena memikirkan jawaban yang paling tepat, persiapkan seluruh jawaban dengan mantap. Abaikan orang-orang di grup yang sibuk dengan topik pembahasan LGD atau essay setiap malam, ini bisa memecah konsentrasimu dengan berpikir ‘ih aku belum kuasai topik itu’, dan kamu jadi ikut nimbrung dan menghabiskan waktu tiap malam. Fokus pada interview, dan dirimu.  Karena 80% interviewer bisa melihat applicant yang akan diterima pada 90 detik pertama.
*selanjutnya, mintalah orang-orang dunia exacta mendengarkan jawaban interview-mu. Saya rasa ini penting, karena beberapa orang menjawab dengan berputar-putar dan tidak menunjukkan atau stressing dibagian esensi jawabannya, hal ini kadang malah menimbulkan pertanyaan baru dibenak interviewer.
*tips terakhir, jawablah dengan yakin tapi jangan juga ngotot, karena bagaimanapun mereka mencari orang yang cerdas tapi masih bisa diatur. Jangan sampai kamu terdengar ragu akan jawabanmu sendiri. Karena dari pengalaman teman saya, ia ditanyai seperti ini, “ kamu yakin mau kuliah dijurusan ini? kayaknya kamu ga yakin, kamu kayaknya mau jurusan lain.” Beberapa model interview juga menggunakan cara judgemental, yang mana kadang terasa menguji idealisme. Tapi disini kamu jangan terbawa arus, tetap tenang dan senyum dengan tulus, tetap fokus. Contohnya kira-kira seperti ini:
Kamu ditanyai, “apa pendapatmu tentang korupsi?”, lalu kamu menjawab, “sangat tidak setuju dengan korupsi,” Lalu interviewer akan bertanya,” apakah kamu pernah menyontek?” Tentu saja ini menggoyahkan jawabanmu. Jawab “pernah” salah, jawab “ga pernah” timpang juga. Jawab yang diplomatis kira-kira begini, “ memang korupsi itu adalah perbuatan yang salah, tapi bagaimanapun dorongan-dorongan sekitar dan nafsu itu memang ada. Dan saya pun bukan orang yang sempurna, dan lalala..” *jawaban diajari teman yang anak psikologi.
Atau pertanyaan yang pernah ditanyakan pada anak-anak aceh, seperti; “apabila aceh merdeka kamu pilih kemana?”, jawabannya bisa jadi seperti ini,” Aceh bagaikan itu rumah saya, sedangkan Indonesia itu seperti ibu saya; kalaulah saya harus kehilangan rumah, saya masih bisa mencari rumah lainnya untuk hidup, tetapi tidak bila saya harus kehilangan ibu saya”.

Kuatkan personal branding. Bayangkan anak-anak di pulau jawa yang prestasinya banyak  dengan sertifikat tebal-tebal atau sudah bekerja di perusahaan-perusahaan yang saya sendiri cuma bisa baca di buku. Maka dari itu usahamu harus lebih keras, pastikan kamu sempurna.

 

Untuk membaca lebih lanjut secara detail mengenai wawancara saya baca PERTANYAAN-PERTANYAAN WAWANCARA BEASISWA LPDP DAN JAWABANNYA Tips dan Trick

 

 

  1. Leaderless Group Discussion dan Essay on the Spot
Untuk bahan kedua tes ini, persiapkan topik-topik satu bulan terakhir dari koran popular. Dan topik-topik umum opini dan bahan topik IELTS. Akan sangat banyak topik yang ada, jadi ringkasnya persiapkan paling banyak 5 point penting saja per topik karena kita juga tidak  akan sanggup mengingat semua. Dan jangan terlalu khawatir, untuk LGD topik yang diberikan telah disertai dengan narasi, jadi kamu tinggal mengomentari narasi tersebut ditambah dengan saran-saran konstruktif darimu, ini umumnya berjalan natural, tidak peduli seberapa mediocrenya komentarmu, karena yang dinilai adalah tatakrama, cara berbicara, dan seberapa tahu diri-nya kamu dalam forum diskusi, normalnya agar semua peserta dapat kebagian waktu sama rata, maka tiap peserta paling tepat berbicara sebanyak 2 kali saja, tidak lebih.
Untuk essay on the spot, hanya akan diberikan 2 kalimat saja, persis seperti tes writing IELTS, jadi tulislah essay akademis sebagaimana saat belajar  writing .
Contoh topik yang saya persiapkan untuk tes subtantif batch 1 2016 adalah :
  • Revisi RUU teroris
  • Turunnya harga minyak mempengaruhi PHK karyawan pertamina
  • Pariwisata
  • Ginjal
  • Bela Negara
  • Bonus Demografi
  • KPK (revisi Undang-undang KPK)
  • MEA
  • Bebas Visa
  • Gojek vs ojek pangkalan
  • Penanggulangan kenaikan harga
  • Ekspor vs impor bahan pangan
  • Krisis kepercayaan masyarakat terhadap meja hijau
  • Gerakan penumbuhan budi pekerti non kurikuler di sekolah
  • Revolusi mental
  • Kasus benjina
  • Hukuman mati
  • GAFATAR
  • Crocodile-guarded prison
  • Tax Amnesty
  • LGBT
  • Guru honor
  • Lokalisasi PSK
  • Freeport
  • Perampasan aset banda narkoba terkait efektifitas pemberantasan narkoba
  • Gerhana matahari
  • Kalijodo
Contoh cara meringkas point-point topik (buat point-point pokok ide, maximal 5 point):
  1. Ginjal
    1. Minister of health has asserted  of banning any sale of body part
    2. Kidney transplant however is needed, but sud be done with sincerity, not by selling. And it doesnt accepted form any side of religion or social norm
    3. Do medical anticipation, by doing well archieved of medical record of patients and informed concern from patient’s parents
    4. Tight supervision on the hospital for this trnasplantation prgram
    5. Socialization of the risk and danger og giving up our body organ or transplantation.
  1. Bela negara
    1. Character and attitudes of the indonesian with the love toward the united indonesia based on pancasila ideology and UUD 1945 on ensuring the going life on the nation and country
    2. Could be done by respecting our flag, our national song and reject any foreign intervention on the indonesia’s soveregnty
    3. Improve indonesia’s welfare by crating employment
    4. Creating secure environment, secure energy and foods, and secure economy.
    5. Follow code of conduct , for example qeueu in the right line.
Untuk membaca lebih lanjut mengenai topik EOTS  baca TOPIK-TOPIK EOTS (Essay on The Spot) & LGD LPDP Batch 1 2016  dan tips LGD baca Tips LGD BEASISWA LPDP 2016 .
Untuk membaca detail situasi seleksi subtantif secara detail di hari H, baca SITUASI TES SUBTANTIF LPDP BATCH 1 2016 Wawancara – Essay On The Spot – LGD
G. Masa Menunggu keLULUSan
setelah selesai megikuti seluruh tahap seleksi LPDP, maka kamu baru menyelesaikan satu tahap kecil untuk meraih beasiswa. Jangan berhenti disini hanya karena kamu merasa yakin akan lulus. Tes dan gagal adalah hal biasa, lulus adalah bonus. Jadi lanjutkan aplikasi beasiswa lainnya sesuai ‘jadwal hidup setahun kedepan’ itu.  Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tes beasiswa LPDP di Medan, sekembalinya ke Aceh, saya langsung menyelesaikan aplikasi beasiswa saya untuk beasiswa Swedish Institute sesuai deadline. Beasiswa ini terdiri dari 2 tahap, dan saya lulus tahap 1, melanjutkan tahap 2. Ada beberapa teman yang telah terlalu yakin akan lulus beasiswa LPDP, dan meninggalkan kesempatan beasiswa lainnya, sehingga mereka mengabaikan lanjutan beasiswa swedish institute tahap 2, walaupun sudah lulus tahap 1. Akhirnya mereka tidak lulus keduanya.  Hanya berhenti ketika kamu benar-benar telah dinyatakan lulus beasiswa  dan merasa ini adalah beasiswa yang paling best deal untukmu.

Akhirnya saya lulus beasiswa LPDP bersama 1000 orang lainnya, Swedish Institute bersama 23 orang lainnya se-Indonesia, dan  Euromaster spatial planning.  Bila tidak lulus, tentu akan bersedih, tapi sibukkan diri dengan melanjutkan beasiswa Stuned, AAS, Endeavour, KGSP, Monbusho, fulbright, Czech Republic, Hungary , chevening, dll.  Tips paling penting, jangan dengarkan apa kata orang, hindari komunikasi dengan orang-orang yang tidak suportif, siapapun itu. Karena di peperangan ini,  semangatmu adalah yang paling penting, jangan sampai terkontaminasi dan terpengaruh. Perbanyak membaca pengalaman-pengalaman perjuangan orang. Kamu yang paling tau apa yang kamu mampu, dan  inginkan. Kalau saya bisa, kamu pasti bisa.

 

 

Yang terakhir, kalau sudah lulus, jangan juga terlalu cepat senang, ingat bahwa kamu baru saja memasuki dunia yang lebih lebih dan lebih  berat.

 

 

*beberapa orang meminta file jadwal kehidupan diatas, berikut saya lampirkan JADWAL KEHIDUPAN SETAHUN KEDEPAN – kiky . Semoga Berguna

 

 

7.png6.png5.png
Beberapa Printscreen lembar-lembar LULUS  Beasiswa dan Universitas
BACA JUGA: