10 ALASAN/KESALAHAN GAGAL BEASISWA LPDP

Dari seluruh beasiswa yang saya ikuti (Cuma 3 yang sempat saya ikuti), entah kenapa yang terasa paling sulit bagi saya adalah beasiswa LPDP. The pressure was very tight to me, setelah sangat banyak baca pengalaman gagal  orang lain. Saya juga sering terkejut,  banyak teman saya yang High achieved students, yang achievementnya bisa di bilang skala internasional atau cumlaude, justru mereka ga lulus beasiswa LPDP ini, bahkan sampai kuota tes mereka habis (2 kali). Bahasa inggris yang mumpuni, pengalaman organisasi, dan LoA pun tidak bisa memuluskan dan meluluskan mereka meraih beasiswa LPDP ini. Maka dari itu, sampai sekarang beasiswa LPDP ini masih menjadi yang paling berat dimata saya dalam seleksinya. Apalagi sekarang semakin kompetitifnya pelamar beasiswa ini, kamu jangan sampai datang dengan biasa-biasa aja disaat orang lain bahkan sudah inisiatif bawa sebundle berkas prestasi atau portofolio pengabdian, lengkap dengan research data. Duh.. gawat kan.  Maka kali ini saya akan menerangkan kesalahan-kesalahan yang sepertinya perlu kamu ketahui sebelum menghadapi beasiswa LPDP.

10 kesalahan dibawah ini musti saya bagi menjadi 2 kategori , dummy errors, dan complicated errors.

 

  • DUMMY ERRORS
  1. Jangan pernah mendaftar, bila persyaratan tidak lengkap

Ya jangan pernah mendaftar bila persyaratan belum lengkap, biasanya ini terjadi bila mendaftar dalam keadaan terburu-buru, tinggal 5 hari lagi penutupan penerimaan berkas, kamu baru ngerjain satu-satu berkas itu, oh no.. believe me, none of your works will be perfect, a disaster yes. Essay seadanya , not the best from you, surat rekomendasi asal dapat, dll. Berikut saya detailkan per kesalahan:

a. English proficiency kurang dari standar yang diminta. 

kalau diminta IELTS 6.5, plis jangan upload IELTS yang seadanya hanya 6.0 . Ga ada salahnya kamu mengingkatkan Bahasa inggrismu dulu, ini benar-benar untuk kepentingan dirimu sendiri. Setelah mulai menjalani kuliah di luar negeri, saya sendiri ngerasa banget, IELTS 6.5 itu ga cukup buat hidup, apalagi IELTS 6.0. Interviewer pasti sudah tahu benar soal ini, dari pada bikin hidupmu nantinya susah, lebih baik ga diluluskan dulu. Bayangkan pemirsa2!

b. IPK masih kurang, tidak sesuai permintaan.

Misalnya untuk jalur regular , persyaratan IPK skala 3 dari 4, sedangkan untuk afirmasi, persyaratannya; bila dari daerah tertinggal IPK 2,75 dari skala 4, namun untuk afirmasi miskin berprestasi maka IPK 3,5 dari skala 4. Diperhatikan baik-baik ya teman-teman. Dari pada nanti di tingkat seleksi administrasi ini pun kamu ga lulus.

c. Surat keterangan sehat ada 3, jangan sampai salah.

Untuk yang tujuan luar negeri ada 3 surat keterangan sehat, hal ini beda dengan yang tujuan dalam negeri yang hanya 2. 3 surat itu terdiri dari: surat keterangan berbadan sehat, surat keterangan bebas TBC, dan surat keterangan bebas narkoba. Jangan sampai salah dan apalagi kurang, kerjakan paling telat sebulan sebelum penutupan penerimaan berkas. Jangan sampai dikerjakan buru-buru menuju deadline. Gimana kalau ternyata tes TBC-mu ga berjalan mulus? Musti tes sputum dan segala macam? Gawat kan.

  1. Tidak serius dalam mengisi formulir online LPDP

Jangan sampai kamu ngisi formulir online ini 2 hari sebelum penutupan berkas. Untuk mengisi seluruh detail formulir online LPDP ini dalam sekali long run, bisa memakan waktu seharian. Saya ingat benar waktu ngisi dalam sekali jadi dan submit, saya duduk di depan laptop dari pagi sampai malam. Belum lagi harus scan ini itu, kadang ada kertas yang lebih besar dari A4, dan scanner-mu cuma ukuran A4, musti keluar ke toko yang punya scanner besar. Saya bolak-balik ke toko itu di hari yang sama, dalam rangka menyelesaikan pendaftaran hari itu juga, walaupun sebenarnya masih 10 hari menuju penutupan. Bayangin kalau kamu ngerjain sehari menuju penutupan, gawat kan kalau ga ada toko yang buka karena udah malam, mau foto, hasilnya jelek.

Belum lagi waktu ngisi list seminar yang kamu pernah hadir, prestasi dari tingkat SD, bahkan kamu bisa jadi udah lupa kapan kamu lulus SD, dan berapa nilanya , musti obrak-abrik sertifikat-sertifikat yang jumlahnya bisa puluhan, soalnya sertifikat seumur hidup kamu perlu dicantumin.

Lebih gawat lagi, kalau kamu belum pernah sekalipun buat CV, musti mikir panjang apa saja yang sudah kamu kerjakan selama bertahun-tahun kebelakang, dedikasi apa saja yang pernah kamu buat. Mungkin kamu akan ingat satu dua dalam waktu singkat, tapi untuk ingat-ingat semua perlu waktu, lebih bagus lagi punya catatan. Untungnya waktu saya semester 4 kuliah, saya pernah bikin CV dan saya simpan di mediafire, waktu obrak-abrik nemu, OMG ternyata sangat membantu setelah bertahun tahun kemudian, saya bahkan ga ingat pernah ikut sebanyak itu kegiatan-kegiatan.

Pastikan jangan sampai ngisi ala kadarnya. Isi sekeren mungkin selengkap mungkin. Dan pastikan  tekan tombol submit.

  1. Salah Format Surat

Ini sering terjadi, jadi jangan anggap sepele. Salah format surat pernyataan. Pastikan semua suratmu sesuai buku panduan pendaftaran LPDP.

  1. Intake kuliah kurang dari 6 bulan, sebagaimana persyaratan

Ini salah satu persyaratan LPDP yang banyak atau sering ter-skip! Pastikan jadwal penutupan pendaftaranmu dengan intake perkuliahan punya rentang waktu minimal 6 bulan. Jangan kurang, bisa tidak lulus seleksi administrasi malah.

  1. Menganggap LoA adalah Optional

Memang optional sih, tapi kurang lebih LoA itu Guarantee of your words. Jangan sampai  cat langit atau berhandai-handai, di pendaftaran LPDP kamu memang musti sudah menetapkan universitas baik sudah ada LoA maupun belum. Tapi kalau naruh mau sekolah ke Harvard, ternyata persyaratan aja belum cukup, kan nanti jelasinnya bakal susah ke interviewer. Dengan punya LoA, kamu sudah skip satu pertanyaan apakah kamu yakin bisa lulus di universitas A? kalau tidak kamu gimana?

 

 

 

  • COMPLICATED ERRORS
  1. Kemampuan Bahasa di sertifikat cukup, ketika diwawancara hasilnya meragukan

Ada banyak juga pelamar yang Bahasa inggrisnya di sertifikat udah mencukupi, tapi ketika ditanyai di wawancara, Bahasa inggrisnya masih kacau. Bisa jadi karena gugup, atau kurang persiapan, atau karena memang ga tau mau jawab apa. Ini sering banget terjadi, jadi pastikan sudah latihan wawancara, sudah minta feedback orang lain dari jawaban wawancara kita, sudah mengukur panjang jawaban, sudah tidak terbata-bata apalagi belibet, dll. Bahkan saya pernah ikut simulasi, teman saya ini IELTS skor 7, tapi pas ditanya waktu wawancara, di jawabnya ala kadarnya banget, ga ada extrapolasi dan penjelasan lebih sama sekali, saya yang nanya pun jadi ragu, ini serius IELTS 7? Wallahwalam.

  1. Memaksakan pendapat

Mungkin kamu cerdas, memang anak debat, jago beragumentasi, kamu yakin banget sama yang kamu utarakan. Ini karakter yang biasa buat anak-anak yang cerdas dan pandai bicara.  namun oh namun interviewer sering punya pendapat lain mengenai hal ini. Jangan sampai interviewer mendapat kesan kamu susah diatur, ngotot, keras kepala. Ini sudah pasti jadi big no.  hal ini juga berlaku di LGD, jangan sampai ada kesan memaksakan pendapat.

  1. Gampang digoyahkan

Ini sebenarnya agak kontra dengan point sebelumnya. Kalau kamu mudah digoyahkan, ada indikasi kamu tidak menguasai pilihanmu. Misalnya interviewer menawarkan, harusnya kamu kuliah di universitas ini aja lho? Lebih sesuai dengan kamu. Kemudian buru-buru mengiyakan, apalagi sampai mengakui bahwa kamu kurang mendalami pilihan universitasmu. Gawat. Berikan analisa mu, misalnya kelebihan dari program tersebut, siapa pengajar disana- sebut nama mereka, apa keahlian mereka. Fasilitas yang mereka punya yang tidak ada di tempat lain. Dsb.

Kalau pertanyaan mengenai data-data, siapkan data-data hasil researchmu terhadap suatu isu yang kamu coba atasi dengan misalnya ambil master di jurusan tsb. Bawa data-data tersebut untuk menguatkan.

  1. Menghayal

Misalnya kamu cita-cita ni sekolah di Harvard, kamu tulis di pendfataran bahwa akan sekolah di Harvard, tapi ternyata Skor TOEFL mu pun masih 400, persyaratan lengkapnya aja kamu ga tau detail, mekanisme pendaftaran juga ga tau, apalagi punya LoA. Bisa dianggap tidak relevan.

Hal lainnya lagi, kamu tulis visi dan misi yang wah banget, tapi kamu sendiri ga pernah ikut dedikasi, pengalaman organisasi ga ada, pengalaman internship ga ada, apalagi kerja. Lagi lagi dianggap tidak relevan. Sekalipun kamu cumlaude, Interviewer dalam keadaan 50:50 bahkan negative untuk percaya apakah kamu mampu  untuk mencapainya.

  1. Salah jawab

Salah jawab ini sering terjadi, biasanya karena kamu dalam kondisi emosional, hal ini bisa jadi karena terlalu gugup, jadi kurang analisa. Pertanyaan yang sering membuat orang salah jawab salah satunya. Gimana kalau kamu kuliah di Indonesia saja? atau gimana kalau kamu tidak mendapat beasiswa LPDP ini? Terus kamu jawab, mugnkin saya akan kuliah dengan biaya sendiri. Gubrak, berarti ga butuh donk!

Udah sampai disini dulu kesalahan-kesalahan yang musti kamu pertimbangkan, ukur-ukur, kali-kali, dan analisa. Seperti yang saya sebut sebelumnya, banyak yang high achieved students, teman-teman saya yang sempat beberapa kali pertukaran pelajar ke luar negeri, ikut pertukaran pemuda, cumlaude, ketua organisasi, tapi tetap tidak lulus. Kalau setelah kamu timbang-timbang kesalahannya tidak ada satupun seperti yang saya sebut di atas, kemungkinan alasan kamu tidak lulus cuma satu, jurusan yang kamu pilih sama sekali bukan tema atau program prioritas LPDP.

Kabar baiknya semua teman-teman saya yang high achieved students tersebut, mereka mungkin tidak lulus beasiswa LPDP, tapi mereka lulus beasiswa internasional lainya lho. Jadi jangan sempat berkecil hati, kamu lebih besar dari yang kamu bayangkan.

BACA JUGA:

BLOG SCROLL BELAJAR PERSIAPAN SELEKSI SUBTANTIF BEASISWA LPDP dan SI

photo_2016-11-19_03-07-28.jpg

St John’s College, University of Cambridge

 

BACA JUGA:

BLOG SCROLL BELAJAR PERSIAPAN SELEKSI SUBTANTIF BEASISWA LPDP dan SI

8 SERBA-SERBI SERUNYA KULIAH DI INGGRIS DARI SISI KARAKTER BELAJAR-MENGAJARNYA

STEP BY STEP DETAIL MENDAPATKAN LOA UNIVERSITAS LUAR NEGERI by Kiky Edward

PANDUAN LULUS MASUK BERBAGAI UNIVERSITAS DUNIA DAN BEASISWA SEKALI TEMBAK ALA KIKY EDWARD

Belajar IELTS Cepat ala Kiky Edward